Life. Inspiration. Perseverance. Comedy. Love

Gootloader infection cleaned up

In Uncategorized on 27/02/2022 at 16:41

Dear blog owner and visitors,

This blog had been infected to serve up Gootloader malware to Google search victims, via a common tactic known as SEO (Search Engine Optimization) poisioning. Your blog was serving up 377 malicious pages. Your blogged served up malware to 57 visitors.

I tried my best to clean up the infection, but I would do the following:

  • Upgrade WordPress to the latest version (one way the attackers might have gained access to your server)
  • Upgrade all WordPress themes to the latest versions (another way the attackers might have gained access to your server)
  • Upgrade all WordPress plugins (another way the attackers might have gained access to your server), and remove any unnecessary plugins.
  • Verify all users are valid (in case the attackers left a backup account, to get back in)
  • Change all passwords (for WordPress accounts, FTP, SSH, database, etc.) and keys. This is probably how the attackers got in, as they are known to brute force weak passwords
  • Run antivirus scans on your server
  • Block these IPs (5.8.18.7 and 89.238.176.151), either in your firewall, .htaccess file, or in your /etc/hosts file, as these are the attackers command and control servers, which send malicious commands for your blog to execute
  • Check cronjobs (both server and WordPress), aka scheduled tasks. This is a common method that an attacker will use to get back in. If you are not sure, what this is, Google it
  • Consider wiping the server completly, as you do not know how deep the infection is. If you decide not to, I recommend installing some security plugins for WordPress, to try and scan for any remaining malicious files. Integrity Checker, WordPress Core Integrity Checker, Sucuri Security,
    and Wordfence Security, all do some level of detection, but not 100% guaranteed
  • Go through the process for Google to recrawl your site, to remove the malcious links (to see what malicious pages there were, Go to Google and search site:your_site.com agreement)
  • Check subdomains, to see if they were infected as well
  • Check file permissions

Gootloader (previously Gootkit) malware has been around since 2014, and is used to initally infect a system, and then sell that access off to other attackers, who then usually deploy additional malware, to include ransomware and banking trojans. By cleaning up your blog, it will make a dent in how they infect victims. PLEASE try to keep it up-to-date and secure, so this does not happen again.

Sincerly,

The Internet Janitor

Below are some links to research/further explaination on Gootloader:

https://news.sophos.com/en-us/2021/03/01/gootloader-expands-its-payload-delivery-options/

https://news.sophos.com/en-us/2021/08/12/gootloaders-mothership-controls-malicious-content/

https://www.richinfante.com/2020/04/12/reverse-engineering-dolly-wordpress-malware

https://blog.sucuri.net/2018/12/clever-seo-spam-injection.html

This message

Semua Orang Harus Memiliki Anak

In rant on 23/09/2013 at 22:04

Semua orang harus memiliki anak. Anak itu bisa berarti anak kandung, yang dilahirkan dan dirawat sejak masih bayi, atau anak tiri atau anak angkat. Jika kita bukan merupakan pasangan atau seseorang yang ingin mempunyai anak, maka kita harus memiliki sesuatu yang menyerupai anak.

Sesuatu yang bisa membuat orang bilang, “Wajarlah, dia/mereka ga sempat punya anak, soalnya dia/mereka memiliki pekerjaan dan jabatan yang tinggi/pengabdian pada kegiatan kemanusiaan/nobel/perusahaan/buku bestseller. (Binatang piaraan tidak termasuk hitungan, karena – gue gak bisa terlalu berani bilang ┬ábelum pernah, jadi ini opini pribadi yang bisa salah – merawat binatang lebih gampang dibanding merawat anak)

Sesuatu itu adalah obyek di mana kita mengabdikan dan menginvestasikan sebagian besar waktu, tenaga, dan uang (atau paling tidak terlihat pencitraannya seperti itu) setara atau lebih besar dari merawat anak.

Sebuah pencapaian yang bisa membuat orang tua yang punya anak bakalan bilang, “Kalau bisa kamu jadi seperti dia, cuma masih bisa ngasih cucu.”

Kalau gak ada, siap-siap aja menghadapi momen-momen diremehin, dianggap pencapaiannya minimal, diketawain di belakang. Momen-momen, karena meskipun memang tidak setiap saat, tetapi cukup membuat pancingan dari orang-orang yang merasa demikian dan menjadikan suasana awkward.

Kalau merasa pernah disepelekan karena ga punya anak, kalian tidak sendiri. Ga ada gunanya sedih dan merasa tidak berguna lama-lama. Love your life, and if that not enough, go create something BIG.

Surat Majikan kepada Pembantunya yang Tidak Kembali Setelah Mudik

In works on 17/08/2013 at 20:43

dear Inah,

Inah, pagi ini sebelum berangkat kantor, aku terima SMS dari kamu,

sy gk blk bis lbrn,bu.tq.

Aku langsung termenung lama. Pertama-tama karena aku harus mengartikan isi SMS kamu terlebih dahulu, namun setelah kumengerti, aku kaget dan tersentak, karena ini artinya aku harus mencari penggantimu.

Boleh aku tahu apa alasan kamu berhenti? Kamu tidak menjelaskannya di SMS. Apa karena aku tidak memperlakukanmu dengan baik di rumah ini? Apa Inah? Apa? Bilang sama aku. Aku butuh kejelasan itu.

Kamu mau nikah di kampung? Aduh Inah, sekarang udah tahun 2013. Women have to earn, Girl. Independen. Tidak lagi tergantung lakinya. Laki kamu paling banter-banter bertani. Berapa dia dapet? Kamu nanti cuma dipaksa beranak terus sampai sepuluh. Jangan mau, Inah. Mendingan kamu kerja sama aku saja.

Inah, kembalilah. Aku tidak tahu gimana cara masak sayur asem seperti kamu masak. Cucianku ga sebersih cucianmu, dan aku ga suka punya tangan kasar dirusak detergen. Aku ga bisa menggunakan mesin cuci dan vacuum cleaner. Aku tidak punya banyak waktu untuk ke salon, gym, dan cafe sejak kamu mudik. Jadi tolong kembalilah, Inah.

Inah, apa gaji kamu kurang? Atau kamu enggak kembali karena kamu ditawarin kerja di tempat lain? Apapun upahmu di tempat lain, akan aku tambah lima puluh ribu. Apa kamu ga kembali karena tidak ada tv di kamarmu? Aku kan belikan satu buatmu. Kamu mau pacaran dengan sopir tetangga tiap sabtu, akan aku ijinkan selama pekerjaanmu sudah beres.

Atau ini gara-gara Bapak kadang-kadang pergi ke kamarmu malam-malam? Sudahlah, biarkan saja. Toh dia ga bisa lama-lama. Aku pura-pura tidur dan paling lama dia sudah balik lima menit. Tidak akan terlalu mengganggu tidurmu, bukan?

Inah, kembalilah bekerja. Anak-anakku sudah kurang terurus meski ibu mertuaku masih bantu-bantu. Coba pertimbangkan penawaranku.

Bu Broto