Life. Inspiration. Perseverance. Comedy. Love

Taken for Granted

In rant on 20/03/2013 at 17:43

Ini adalah cerita temanku pas jaman kuliah dulu, entah kenapa tiba-tiba teringat. Berikut penuturannya.

“Aku tinggal di kos-kosan yang cukup bebas jam malamnya. Nah, ada seorang teman yang tinggal di kos yang tidak membolehkan pulang malam-malam karena kalau tidak pagarnya dikunci. Jadi, aku memperbolehkan dia menginap di kamarku jika diperlukan. Dia pernah datang jam 1, jam 2, dan aku selalu membukakan. Dia akan menelepon handphoneku, dan aku membukakan pintu buat dia. Cara ini berjalan selama beberapa waktu.”
“Suatu hari, teman kosku yang melihat kejadian itu, bertanya, ‘Kamu kok baik banget sih? Kalau gue, gue ga akan mau ngebukain pintu malam-malam.’ Hal itu membuatku berpikir, apa iya itu adalah hal yang besar. Bagiku sendiri bukan suatu masalah. Toh aku tidak merasa terganggu dengan itu.”
“Kemudian, setelah aku berpikir seperti demikian, tiba-tiba saja hal itu berhenti dengan sendirinya. Teman yang menginap tadi tidak pernah memberi penjelasan kenapa dia berhenti seperti itu. Aku sebenarnya ga masalah dengan semuanya itu, tapi aku juga butuh penjelasan. Apa memang aku cuma tempat persinggahan sementara? Dimanfaatkan tanpa sekalipun dianggap teman?”
“Atau Tuhan mendengarkan pikiranku sekilas, dan kemudian memutuskan bahwa kalau Aku tidak ikhlas, ya mending tidak usah sekalian. Aku tidak pernah tahu, tapi yang ada dalam pikiranku adalah bahwa aku cuma dimanfaatkan belaka, tanpa pernah sekalipun dianggap teman.”

Kita punya teman-teman seperti ini yang istilahnya Taken for Granted. Atau kita menjadi teman yang semacam itu. Orang-orang yang selalu oke kalau dimintain bantuan, dan sepertinya tidak pernah meminta balasan. Hati-hati memperlakukan atau diperlakukan seperti ini, kerena sering kali kita akan melupakan teman-teman semacam ini atau jika kita teman Taken for Granted, perlahan-lahan dilupakan.

Solusinya? Hargai temanmu. Jika kita menjadi pihak yang Taken for Granted, sesekali minta bantuan temanmu, biar impas. Jangan sampai kita merasa diperlakukan dengan tidak adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.