Life. Inspiration. Perseverance. Comedy. Love

Kerajinan tangan

In rant on 16/06/2013 at 23:35

Berkunjung ke Sarinah, pasti menyadari kalau di sana dijual banyak sekali kerajinan tangan berbentuk tas, sandal, asbak, notes, patung dan sebagainya. Meskipun tidak ketahuan apakah kerajinan tangan ini benar-benar dibuat oleh para pengrajin atau sebenarnya adalah buatan masal di pabrik, namun melihat pengunjung atau wisatawan yang melihat-lihat, maka boleh dibilang bahwa kerajinan tangan ini cukup diminati.

Gue tidak mau berbicara tentang omset para pengrajin atau kendala yang dihadapi dan solusinya. Gue berbicara tentang diri gue sebagai salah seorang pengunjung di situ dan hanya melihat-lihat, namun tidak membeli. Alasannya sih simpel, karena tidak butuh.

Tetapi memang demikian sih karya kerajinan tangan memang kebanyakan berfungsi dasar seperti tas, bulpen, asbak, sandal yang dikreasikan sehingga jadi bernuansa etnik dan tradisional. Berapa banyak barang-barang dengan fungsi itu yang dibutuhkan seorang manusia seumur hidupnya?

Jadi ya kalau misalnya memang ingin meningkatkan penghasilan para pengrajin mungkin fungsinya harus unik. Mungkin seperti contohnya di Pontianak ada gelas yang terbuat dari semacam akar-akaran dan menjadi berkhasiat saat dituangkan air panas ke dalamnya. Atau mungkin merakit telepon genggam namun dengan casing dari bambu. Nangkep kan idenya?

Kalau tidak ada inovasi seperti ini, takutnya kerajinan tangan akan sedikit nilai tambahnya dan akhirnya akan menjadi buah karya tangan yang kerajinan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.