Life. Inspiration. Perseverance. Comedy. Love

The Love, and not The Wrath

In rant on 03/01/2012 at 10:10

Setiap kali manusia tertimpa bencana, sering kita bertanya kenapa Tuhan begitu murka kepada manusia sampai Dia menghukum kita dengan cobaan yang begitu hebatnya.

Dan pemuka-pemuka agama yang fanatik berkata, “Bertobatlah! Kamu orang berdosa besar! Kalau tidak Tuhan akan murka kepadamu dan kamu akan menyesal.”

Mungkinkah itu terjadi? Seperti lagu Ebiet, “Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.”

Kemarin, ada pemahaman baru yang aku terima. Dan entah kenapa, ini penjelasan yang menurut aku cukup masuk akal.

Tuhan mengasihi manusia. Tuhan memberikan segala yang terbaik untuk ciptaanNya. Kita manusia selalu menjadi makhluk yang dikasihi dan disayangi olehNya.

Tapi manusia memang banyak kemauannya sendiri, dan tidak menerima kasih Tuhan. Kita bertindak semau kita sendiri dan tidak mengindahkan kemauan Tuhan yang terbaik bagi kita.

Kemauan kita sendiri menjadi bencana bagi kita. Kemauan adalah hal yang luar biasa. Kemauan bisa menyebabkan kesuksesan seseorang, dan mendapatkan apa yang kita minta. Kemauan kita juga menyebabkan kita terjerumus dalam kesalahan. Kenapa tidak juga kemauan kita menyebabkan bencana bagi kita sendiri dan orang lain?

Lalu di manakah Tuhan? Apakah dia diam saja? Tidak. Dia mengasihi kita tiada batasnya. Jika dia diam saja, mungkin bencana itu berlipat-lipat buruknya. Hanya karena kasih sayang Dia yang tidak terbatas itulah, kita selamat dari bencana yang lebih besar.

Betapa berharganya kita bagi Dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.